Paguyuban UMKM Kelud Mandiri Gelar Halal bihalal Dihadiri Dinas Koperasi Dan DPRD Provinsi Jatim

 

AG892KEDIRIRAYA.COM || KEDIRI - Kawasan Pasar Ikan hias dan Kuliner di wilayah Simpang Lima Gumul (SLG) 90 persen lapak terisi sudah oleh pedagang. Pelaku UMKM di Pasar tersebut di dominasi industri perikanan.

Hal itu disampaikan oleh Santoso Perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kediri dalam acara Halal bi Halal dengan Pelaku UMKM se-Kabupaten Kediri. Ia menyebut kehadiran pasar tersebut merupakan wadah yang terbuka untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usaha.

"Saat ini 90 persen sudan terisi, dominasi pedangan ikan hias" ungkapnya.

Meskipun mayoritas sudah terisi pedagang yang berjualan di kawasan tersebut, para pelaku usaha mengungkap belum berdampak signifikan pada pendapatannya.

Yuli salah satu pedagang yang sudah membuka lapaknya selama tujuh bulan terakhir mengungkap hanya hari akhir pekan dan hari libur pengunjung ramai, saat hari biasa masih tergolong sepi. Ia berharap dengan pemerintah dapat terus mempromosikan kawasan tersebut agar pengunjung semakin meningkat.

"Pengunjung rame kalau akhir pekan dan hari libur" sebutnya.

Sementara itu, Khusnul Arif, Anggota DPRD Jawa Timur. Mengatakan lokasi tersebut sangat potensial untuk dijadikan pusat pemasaran produk UMKM. Menurutnya, keberadaan program-program dari pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menarik kunjungan masyarakat.

“Tempatnya sudah pas dan cocok untuk UMKM memasarkan produknya. Tinggal bagaimana menghadirkan kegiatan-kegiatan agar masyarakat datang ke sini,” ujarnya.

Untuk di ketahui, Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se-Kabupaten Kediri menggelar acara halal bihalal, pada Rabu, 8 April 2026 di Kawasan Pasar ikan Hias dan Kuliner di wilayah Simpang Lima Gumul.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh sejumlah jajaran, di antaranya Dinas Koperasi dan UMKM, dan Muspika Ngasem, Kapolsek dan Pelaku UMKM dari berbagai daerah di Kediri.

Ketua UMKM Kelud Mandiri sekaligus panitia acara Gatot Siswanto, Saat ditemui AG892 mengatakan halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk menyatukan kembali pelaku UMKM.

"Kegiatan ini untuk merajut silaturahmi sekaligus mengenalkan kawasan pasar ini agar semakin ramai," ucapnya. 

Gatot menilai, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sangat penting dalam mendorong keberlangsungan usaha kecil.

"Kami pelaku UMKM ini butuh dukungan. Harapannya kegiatan-kegiatan pemerintah juga bisa dipusatkan di sini agar pedagang semakin hidup," jelas Gatot.

Menurutnya, jika kawasan tersebut terus dihidupkan dengan berbagai kegiatan, maka secara otomatis akan meningkatkan pendapatan pelaku usaha sekaligus Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kalau pasar ini hidup, tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan juga PAD," tambahnya.

Gatot juga berharap para pelaku UMKM yang telah mendapatkan tempat dapat konsisten berjualan agar kawasan sentra PKL benar-benar berkembang.

Dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang menempati lapak, kawasan sentra PKL SLG diharapkan menjadi pusat ekonomi baru yang ramai dikunjungi masyarakat.

REPORTER : AG892/AK


Posting Komentar

0 Komentar