AG892KEDIRIRAYA.COM ||KEDIRI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, kini memasuki fase penyesuaian. Sejumlah perubahan aturan membuat para penerima manfaat hingga pelaksana di tingkat desa harus beradaptasi dengan skema baru.
Perubahan tersebut disosialisasikan dalam rapat koordinasi bersama Forkopimcam dan para PIC penerima manfaat di Balai Desa Canggu, Kamis (16/4/2026).
Koordinator SPPG Kecamatan Badas, Ahmad Latif Syarifuddin, menjelaskan bahwa kebijakan terbaru mengatur distribusi makanan hanya berlangsung pada hari aktif sekolah.
"Sekarang hanya Senin sampai Jumat. Kalau tidak ada kegiatan belajar, maka tidak ada distribusi," ujarnya.
Selain itu, pola pemberian makanan juga berubah. Seluruh menu kini disajikan dalam bentuk makanan basah yang harus dikonsumsi langsung di lokasi.
Tidak ada lagi menu kering maupun makanan yang dibawa pulang seperti sebelumnya.
"Kebijakan ini untuk menjaga kualitas makanan dan memastikan dikonsumsi langsung oleh penerima manfaat," katanya.
Bagi sebagian penerima, perubahan ini menjadi hal baru yang perlu dibiasakan, terutama terkait tidak adanya makanan cadangan untuk dibawa ke rumah.
Camat Badas, Prasetyo Iswahyudi, mengatakan pihaknya berupaya memastikan seluruh informasi tersampaikan dengan baik agar masyarakat tidak salah memahami kebijakan tersebut.
"Kami lakukan sosialisasi sampai ke tingkat desa dan PIC supaya penyampaian ke masyarakat seragam," ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah kecamatan terus berupaya memperluas jangkauan program. Saat ini terdapat enam dapur MBG yang telah beroperasi, dan akan segera bertambah dua dapur baru.
Penambahan tersebut diharapkan mampu menjangkau seluruh penerima manfaat, termasuk kelompok yang saat ini belum sepenuhnya terlayani.
"Masih ada balita di beberapa desa yang belum ter-cover, tapi segera kami upayakan," kata Prasetyo.
Untuk menjaga kualitas makanan, pengolahan dilakukan oleh tenaga ahli bersertifikat di masing-masing dapur. Bahan pangan juga sebagian besar dipasok dari sumber lokal.
Meski ada berbagai penyesuaian, pemerintah berharap program ini tetap memberikan dampak positif, khususnya bagi pemenuhan gizi anak-anak.
"Harapannya anak-anak bisa mendapatkan asupan gizi yang baik secara merata," pungkasnya.
REPORTER : AG892/ERWIN



0 Komentar