AG892KEDIRIRAYA.COM || Kediri - Hari kedua pelaksanaan Job Fair 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kamis (7/5/2026), masih dipadati para pencari kerja dari berbagai daerah.
Tak hanya menghadirkan ribuan lowongan pekerjaan, job fair kali ini juga diisi berbagai agenda pendukung seperti talkshow dunia kerja hingga peluang magang dan kerja ke Jepang.
Kepala Disnaker Kabupaten Kediri Ibnu Imad mengatakan, job fair ini bukan sekadar mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja, tetapi juga menjadi ruang mencari solusi atas tantangan ketenagakerjaan saat ini.
"Untuk saat ini mencari pekerjaan tapi sebetulnya mencari talenta sesuai dengan kualifikasi perusahaan itu juga menjadi tantangan tersendiri," ungkap Ibnu.
Menurutnya, banyak perusahaan mengalami kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang benar-benar sesuai kebutuhan dan kompetensi yang diharapkan.
"Kita hadirkan sebagai sarana untuk mencari solusi bersama, bukan hanya sekadar mempertemukan, tapi juga memberikan informasi lowongan yang akurat langsung dari perusahaan," tambahnya.
Pada hari kedua pelaksanaan, Disnaker juga menghadirkan talkshow bersama sejumlah lembaga pelatihan kerja, termasuk pembahasan peluang magang ke Jepang.
Ibnu menyebut, kegiatan ini penting untuk membuka wawasan pelajar maupun pencari kerja terkait kebutuhan dunia industri global.
"Nilai akademis bukan jaminan orang akan sukses di dunia kerja, namun selain nilai akademis yang bagus harus dibarengi dengan skill yang mumpuni sesuai dengan kebutuhan perusahaan," jelasnya.
Ibnu berharap melalui talkshow tersebut, generasi muda dapat memahami keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, termasuk peluang bekerja di luar negeri.
"Dengan talkshow ini, diharapkan para pelajar dapat memahami setiap kebutuhan di dunia kerja khususnya magang di Jepang yang akan kita kupas," katanya.
Salah satu pemateri, Owner LPK Yagai Gakkou, Nur Fiter menjelaskan saat ini peluang kerja di Jepang sangat terbuka bagi tenaga kerja asal Indonesia.
"Di Jepang sekarang ada sekitar 1,23 juta loker yang mana loker tersebut dikhususkan untuk orang asing dari Indonesia," katanya di depan para pelamar kerja.
Fiter menjelaskan, program magang dan kerja ke Jepang yang dibuka memberikan berbagai fasilitas mulai dari subsidi biaya, tiket pesawat, hingga pendampingan selama bekerja di Jepang.
"Ada pembimbingan tiga tahun di Jepang, ada orang tua asuh pembimbing yang ada di Jepang," jelasnya.
Program tersebut membuka kesempatan bagi laki-laki dan perempuan usia 18 hingga 25 tahun lulusan SMA/SMK sederajat dengan sejumlah persyaratan kesehatan dan fisik.
Selain peluang kerja luar negeri, sejumlah perusahaan lokal juga membuka banyak lowongan. Salah satunya Fave Hotel Kediri yang membuka empat posisi pekerjaan.
HR Coordinator Fave Hotel Kediri, Natalia Christyani mengatakan pihaknya membuka lowongan untuk posisi housekeeping, FNB service, FNB product dan engineering.
"Kita buka 4 kuota ada housekeeping, FNB service, FNB product dan engineering," katanya.
Menurut Natalia, hingga hari kedua job fair jumlah pelamar yang masuk sudah mendekati 100 orang.
"Kalau untuk lowongan sudah masuk kurang lebih di bawah 100," ujarnya.
Natalia menambahkan, perusahaan masih membuka kesempatan lamaran hingga akhir Mei 2026, baik melalui job fair maupun pendaftaran online.
"Kalau tidak sempat di Job Fair ini bisa langsung ke website kami untuk melamar secara online, kita terbuka untuk siapapun," tambahnya.
Natalia juga membagikan tips bagi pencari kerja yang ingin berkarier di dunia perhotelan.
"Jiwanya harus hotelier, contohnya ramah, senyum dan juga bisa service karena di bidang jasa kita tentunya juga bisa melayani," pungkasnya.
REPORTER : AG892/ERWIN


0 Komentar