
KEDIRI || AG892KEDIRIRAYA.COM - Rencana menjadikan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 kian matang.
Kehadiran embarkasi baru ini diproyeksikan memangkas jarak tempuh calon jemaah haji dari kawasan Mataraman dan sekitarnya yang selama ini harus bertolak melalui Embarkasi Surabaya.
Kabar penyiapan embarkasi tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, An'im Falachuddin Mahrus (Gus An'im), dalam acara Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2027 di Aula Institut Agama Islam Faqih Asy'ari (IAIFA), Kencong, Kepung, Kabupaten Kediri, Kamis (30/7/2026).
"Daerah Mataraman atau sekitar Kabupaten Kediri direncanakan dapat diberangkatkan melalui Embarkasi Dhoho Kediri pada tahun 2027. Ini tentu menjadi kabar baik bagi jemaah haji karena aksesnya lebih dekat," ujar politisi PKB tersebut.
Gus An'im menjelaskan, pemerintah tengah menggodok skema tempat singgah calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Ada dua opsi yang masuk dalam pertimbangan, yakni, Jemaah tetap menginap di Asrama Haji Surabaya atau Mengadopsi konsep Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni memanfaatkan hotel-hotel di sekitar bandara.
Menurutnya, opsi kedua menawarkan efisiensi sekaligus dampak ekonomi langsung bagi daerah. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyatakan kesiapannya untuk menyediakan lahan sekitar lima hektare guna mendukung pembangunan fasilitas pendukung.
"Konsepnya bukan lagi sekadar asrama haji, melainkan 'hotel haji'. Saat musim haji digunakan untuk melayani jemaah, sedangkan di luar musim dapat difungsikan untuk kegiatan lain sehingga bernilai manfaat lebih besar dan meningkatkan okupansi hotel di Kediri," kata Gus An'im.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, menambahkan bahwa piihaknya telah melakukan studi banding ke Kanwil Kemenag DIY dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) bersama pemerintah daerah dan pengelola Bandara Dhoho.
Kendati demikian, implementasi operasional masih menunggu petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat.
"Hasil studi akan kami sinergikan dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Timur agar pelayanan optimal. Embarkasi Dhoho nantinya tetap menjadi bagian dari sistem penyelenggaraan Embarkasi Surabaya. Saat ini kami masih menunggu regulasi resmi dari Jakarta sebelum masuk tahap pelaksanaan dan simulasi," jelas Kholiq.
Dari sisi teknis penerbangan, hasil survei menunjukkan Bandara Dhoho sudah mumpuni untuk melayani pesawat berbadan lebar (wide body). Kemampuan ini memungkinkan penerbangan langsung (direct flight) ke Arab Saudi tanpa perlu transit untuk pengisian bahan bakar, yang berpotensi menekan biaya operasional penerbangan.
Selain kesiapan infrastruktur, sosialisasi ini juga menyoroti peningkatan kualitas layanan ibadah. Staf Direktorat Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI, M. Ikhsan Kamaluzaman, menyampaikan bahwa layanan haji terus didorong agar semakin ramah perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.
Ikhsan mencatat, keterlibatan petugas perempuan pada penyelenggaraan haji 2026 telah mencapai sekitar 33 persen. Angka ini ditargetkan terus meningkat mengingat sekitar 55 persen jemaah haji Indonesia merupakan perempuan. Pihaknya juga berencana memperkaya materi fikih perempuan (fikih nisa') dalam bimbingan manasik haji mendatang.
REPORTER : AG892/AR

0 Komentar