KEDIRI – AG892KEDIRIRAYA.COM ||Di tengah gemerlap Dhoho Night Carnival (DNC) 2026, PT Gudang Garam Tbk memilih membawa penonton menelusuri jejak kejayaan masa lalu. 

Melalui tema "Kerajaan Bunga Anggrek", perusahaan asal Kediri itu menghidupkan kembali narasi peradaban Kerajaan Kadiri dalam balutan seni pertunjukan modern.

Penampilan yang ditampilkan pada Minggu (26/7/2026) itu bukan sekadar parade kostum, melainkan interpretasi sejarah yang mengangkat identitas Kediri sebagai kota yang lahir dari peradaban besar di masa lampau.

Keikutsertaan Gudang Garam merupakan bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kota Kediri dalam memeriahkan Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal.

Konsep "Kerajaan Bunga Anggrek" disusun berdasarkan kajian sejarah, salah satunya merujuk pada Kidung Harsawijaya, yang menggambarkan kemegahan Kerajaan Kadiri melalui simbol-simbol flora. 

Nilai sejarah itu kemudian dipadukan dengan filosofi Daha sebagai Kota Api, serta kesuburan Gunung Kelud dan Sungai Brantas yang menjadi penopang berkembangnya peradaban Kadiri.

Dalam pertunjukan tersebut, bunga anggrek dipilih sebagai simbol utama. Anggrek dimaknai sebagai lambang keindahan, ketangguhan, dan kemampuan bertahan menghadapi perubahan zaman, tanpa kehilangan jati dirinya.

Kepala Bagian Humas PT Gudang Garam Tbk, Iwhan Tri Cahyono, mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam Dhoho Night Carnival merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah Kota Kediri yang telah menjadi bagian dari perjalanan Gudang Garam.

"Gudang Garam tumbuh dan berkembang bersama Kota Kediri. Karena itu kami ingin ikut menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya daerah melalui karya kreatif yang dapat dinikmati masyarakat," kata Iwhan.

Menurut dia, tema yang diusung bukan hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal kembali nilai-nilai yang membentuk peradaban Kadiri.

"Warisan budaya harus terus hidup. Melalui karya ini kami berharap masyarakat semakin mengenal sejarah Kediri dan bangga terhadap identitas budayanya," ujarnya.

Iwhan menambahkan, semangat tersebut juga sejalan dengan filosofi perusahaan, "Kita Adalah Surya", yang mendorong lahirnya karya-karya kreatif, inovatif, sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjelaskan Dhoho Night Carnival 2026 mengusung tema "Symphony of Nature" dengan konsep zero waste. Seluruh peserta didorong memanfaatkan material ramah lingkungan maupun bahan daur ulang dalam setiap karya yang ditampilkan.

"Tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan," kata Vinanda.

Pada penyelenggaraan tahun ini, rute Dhoho Night Carnival diperpanjang, dimulai dari Balai Kota Kediri, melintasi Jalan Dhoho dan kawasan Pecinan di Jalan Yos Sudarso, kemudian berakhir di Taman Brantas.

Lebih dari 30 kontingen ikut memeriahkan karnaval budaya tersebut. PT Gudang Garam Tbk tampil sebagai kontingen ketiga setelah Dinas Pendidikan Kota Kediri dan Pemerintah Kabupaten Kediri. 

Penampilan bertema "Kerajaan Bunga Anggrek" menjadi salah satu atraksi yang menyita perhatian ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval, sekaligus menghadirkan kembali kisah kejayaan Kerajaan Kadiri melalui bahasa seni yang lebih dekat dengan generasi masa kini.

REPORTER : AG892