Kodim Kediri Bangun Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, Wujud Nyata Bhakti TNI Perkuat Akses dan Ekonomi Warga

 
AG892KEDIRIRAYA.COM || KEDIRI – Komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah terus diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya dilakukan Kodim 0809/Kediri dengan membangun Jembatan Perintis Garuda Merah Putih berjenis komposit menggunakan rangka besi WF dan beton cor bertulang di Dusun Ngancar, Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Pembangunan jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 3 meter tersebut merupakan bagian dari Program Bhakti TNI yang dilaksanakan selama 21 hari, mulai 10 hingga 31 Juli 2026. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi atas putusnya akses penghubung antara Desa Ngancar dan Desa Pandantoyo, sekaligus menjadi simbol kepedulian TNI terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, warga hanya mengandalkan jembatan kayu, kemudian jembatan darurat berbahan bambu setelah jembatan utama ambrol pada Mei 2020. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah, petani, hingga pelaku usaha kecil, harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh.

Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih merupakan implementasi nyata Program Bhakti TNI yang selaras dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui kolaborasi antara Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Darat.

“Program ini bukan sekadar membangun sebuah jembatan, tetapi membangun harapan dan masa depan masyarakat. Kehadiran Jembatan Perintis Garuda Merah Putih diharapkan mampu mempermudah akses pendidikan, memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di kedua desa,” ujar Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah.

Ia menambahkan, Kodim 0809/Kediri akan terus hadir melalui berbagai program teritorial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sebagai bentuk pengabdian TNI kepada rakyat.

“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sinergi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pandantoyo, Dian Astianti, mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat. Menurutnya, sejak jembatan lama ambrol pada Mei 2020, Pemerintah Desa Pandantoyo bersama Pemerintah Desa Ngancar hanya mampu membangun jembatan darurat dari bambu agar akses warga tetap dapat digunakan.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat bersyukur dengan adanya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih oleh Kodim 0809/Kediri. Selama ini warga harus memutar dengan jarak yang cukup jauh untuk beraktivitas. Dengan jembatan permanen ini, kami optimistis mobilitas masyarakat akan kembali normal dan perekonomian desa semakin berkembang,” ungkap Dian.

Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan rampung sesuai jadwal pada akhir Juli 2026.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, serta menjadi bukti nyata bahwa Kodim 0809/Kediri terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional melalui semangat Bhakti TNI untuk Negeri.(**)

REPORTER : AG892/edy

Posting Komentar

0 Komentar