AG892KEDIRIRAYA.COM || JAKARTA BARAT - Polisi menangkap seorang pria berinisial H bersama ibu kandungnya, D, terkait kasus dugaan pembobolan ATM di sebuah minimarket di kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar). Dalam menjalankan aksinya, para pelaku diduga berusaha membongkar mesin ATM dengan menggunakan peralatan las.
"Rencana mereka adalah membobol ATM yang ada di dalam minimarket dengan menggunakan mesin las dan lain sebagainya," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi dalam jumpa pers di Mapolres Jakbar, Selasa (1/9/2026)
Nasriadi mengungkapkan aksi tersebut terjadi pada pertengahan Februari 2026. H dan D disebut tidak beraksi sendiri, melainkan bersama seorang pria berinisial RH yang merupakan bapak tiri H. Saat ini, RH telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Jadi satu keluarga ini merencanakan akan membobol ATM salah satu bank di dalam," kata Nasriadi.
Diketahui, H dan D merupakan anak dan ibu kandung. Sementara itu, RH yang kini masih diburu polisi adalah bapak tiri dari H.
Menurut Nasriadi, para tersangka berupaya membuka ATM dengan cara memotong bagian mesin menggunakan alat las. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena persediaan gas untuk menyalakan mesin las habis sebelum ATM berhasil dibobol.
"Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen, tersebut habis. Artinya, ATM tersebut belum sempat dibobol atau dirusak karena bahan lasnya habis," ungkapnya.
Setelah gagal menjalankan rencana utama mereka, ketiga pelaku yang masih berada di dalam minimarket kemudian mengambil sejumlah rokok.
"Akhirnya, misi mereka gagal dan tidak berhasil menjebol ATM. Karena misinya gagal, maka yang mereka ambil akhirnya adalah rokok," katanya.
Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan bahwa salah seorang pelaku mengenakan pakaian yang menyerupai seragam karyawan minimarket. Seragam tersebut diketahui dibeli secara daring dan digunakan sebagai upaya untuk mengelabui orang-orang di sekitar maupun rekaman kamera CCTV.
"Sebagai catatan, salah satu pelakunya menggunakan baju yang seakan-akan merupakan seragam karyawan dari swalayan tersebut, tujuannya supaya tidak dicurigai saat terekam dalam CCTV," ucapnya.
Polisi menyebut RH, yang kini masih buron, sebagai sosok yang menjadi dalang atau aktor intelektual dalam aksi tersebut. Dalam pembagian peran, H dan RH masuk ke dalam minimarket untuk mencoba membobol ATM, sementara D berada di luar untuk mengawasi keadaan.
"Pelaku H bersama RH masuk ke dalam untuk membobol ATM, sedangkan ibu menunggu di luar untuk melihat dan memantau situasi kondisi di luar," jelasnya.
Nasriadi mengatakan motif ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong para pelaku melakukan aksi tersebut. RH disebut sebagai orang yang membujuk H dan D untuk terlibat dalam rencana pencurian itu.
"Ekonomi yang membuat mereka termotivasi. Ibu ini ibaratnya menikah dengan orang yang salah," ucapnya.
REPORTER: AG892/GIVEN


0 Komentar