AG892KEDIRIRAYA.COM ||KEDIRI - Suasana kompetitif dan penuh semangat tampak jelas di Hotel Lotus, Kota Kediri, saat puluhan siswa sekolah dasar dari berbagai pelosok kecamatan beradu cepat menjawab beragam pertanyaan. Sebanyak 78 siswa yang terbagi dalam 26 regu ini hadir untuk membuktikan kemampuan terbaik mereka dalam Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan 2026.
Ajang yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri tersebut menuntut setiap regu yang beranggotakan tiga orang untuk bekerja sama secara padu. Mereka tidak hanya harus menguasai materi secara mendalam, tetapi juga memerlukan ketangkasan berpikir, konsentrasi tingkat tinggi, serta keberanian untuk merespons pertanyaan dengan cepat dan tepat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang jauh melampaui sekadar kompetisi akademik biasa. Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital saat ini, penguatan karakter serta penanaman nilai kebangsaan menjadi fondasi yang mutlak bagi anak-anak.
"Diperlukan karakter kuat, kecintaan pada bangsa, dan pemahaman yang benar tentang identitas nasional," kata Muhsin, Senin (26/10/2026) pagi.
Menurutnya, pemahaman yang kokoh terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika wajib ditanamkan sejak dini di bangku sekolah dasar. Nilai-nilai luhur tersebut bukan sekadar materi hafalan untuk menghadapi ujian, melainkan pegangan hidup agar generasi muda tidak kehilangan jati diri bangsa.
"Wawasan kebangsaan merupakan hal yang sangat mendasar bagi bangsa Indonesia. Ini bukan sekadar pengetahuan yang dihafalkan untuk menghadapi ujian, melainkan fondasi utama kita dalam berbangsa dan bernegara," jelas Muhsin.
Selain materi dasar negara, para peserta juga diuji pengetahuannya mengenai sejarah nasional, kekayaan kebudayaan Indonesia, hingga kearifan lokal Kabupaten Kediri. Kompetisi ini secara langsung melatih kemampuan berpikir logis, kritis, serta memupuk sportivitas dan kepercayaan diri anak-anak.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri turut mengintegrasikan teknologi informasi melalui platform interaktif dalam pelaksanaan lomba. Langkah inovatif ini diambil untuk menghadirkan proses kompetisi yang transparan, objektif, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi para siswa.
"Lebih dari itu, momentum ini adalah wadah bagi kita semua, terutama anak-anak tercinta, untuk kembali merekatkan tali persaudaraan, memupuk jiwa nasionalisme, serta menanamkan rasa cinta yang mendalam terhadap tanah air," ucap Muhsin.
Dari total 26 regu yang berpartisipasi, persaingan berlangsung ketat melalui sistem seleksi bertahap. Pada babak penyisihan awal, peserta disaring menjadi 15 regu, yang kemudian dikerucutkan lagi hingga menyisakan enam regu terbaik untuk melaju ke babak semifinal dan grand final.
Enam regu terpilih tersebut dijadwalkan saling sikut untuk memperebutkan gelar juara pertama hingga ketiga, serta predikat juara harapan. Seluruh rangkaian kegiatan perlombaan ini dilangsungkan selama dua hari penuh guna memastikan penilaian berjalan optimal.
Dewan juri yang berkompeten di bidangnya, yakni Sunarto selaku pengawas sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Wikan Sasmita selaku dosen Universitas PGRI Nusantara Kediri, dan Himawan Adi Aryadi selaku Ketua MGMP PPKn SMA se-Kediri, turut hadir mengawal objektivitas penilaian.
Melalui kegiatan positif ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap dapat melahirkan generasi masa depan yang cerdas secara intelektual, kuat secara karakter, dan memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam. Bekal ini diyakini mampu mengantar anak-anak setempat menjadi bagian penting dalam menyongsong visi Generasi Emas 2045.
REPORTER: AG892




0 Komentar