OJK Kediri Perkuat Literasi Keuangan Syariah Sejak Dini Melalui "SCHOOL OF SYARIAH" Di Kabupaten Ngawi

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, saat menyampaikan sambutannya

AG892KEDIRIRAYA.COM || NGAWI -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri terus memperkuat 

literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penyelenggaraan kegiatan School of 

Syariah (SOS) di Pendopo Wedya Graha Pemerintah Kabupaten Ngawi, Selasa, (24/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kampanye nasional Gebyar Ramadan 

Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 yang mengusung tema “Membuka Jalan 

Kebaikan Bersama Keuangan Syariah.” 

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara OJK Kediri, Tim Percepatan Akses 

Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Ngawi, dan PT BPRS Kabupaten Ngawi 

(Perseroda) ini diikuti sebanyak 200 pelajar SMP di Kabupaten Ngawi sebagai upaya 

menanamkan pemahaman pengelolaan keuangan syariah dan membangun 

kebiasaan menabung sejak usia dini.

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa 


Saat para pelajar memperoleh materi

berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025, 

tingkat literasi keuangan syariah masyarakat telah mencapai 43,42 persen, yang 

menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah.

Sementara itu, tingkat inklusi keuangan syariah tercatat sebesar 13,41 persen, yang 

mencerminkan ruang pertumbuhan yang masih sangat terbuka. 

“Capaian literasi ini menjadi modal penting untuk terus mendorong peningkatan 

inklusi keuangan syariah. Melalui School of Syariah, kami ingin memperkuat 

pemahaman tersebut sejak usia sekolah, agar generasi muda tidak hanya mengenal, 

tetapi juga percaya diri memanfaatkan produk keuangan syariah secara bijak dan 

Vbertanggung jawab. Inilah langkah nyata membuka jalan kebaikan bersama 

keuangan syariah,” ujar Ismirani.

Sejalan dengan itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan apresiasi dan 

dukungan atas pelaksanaan kegiatan SOS di Kabupaten Ngawi. Ia menegaskan 

bahwa edukasi keuangan sejak usia sekolah merupakan investasi strategis untuk  membentuk generasi yang cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola 

keuangan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas 

finansial dan menjadi agen literasi keuangan syariah di lingkungannya.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar memperoleh materi mengenai pengelolaan 

keuangan sejak dini, manajemen uang saku, kewaspadaan terhadap aktivitas 

keuangan ilegal dan judi daring, serta pengenalan produk dan layanan perbankan 

syariah yang legal dan diawasi oleh OJK.

OJK Kediri berharap sinergi antara OJK, Pemerintah daerah, dan Industri Jasa Keuangan dapat terus diperkuat guna meningkatkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah, sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem keuangan yang inklusif berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat***

REPORTER : AG892/Edy Siswanto

Posting Komentar

0 Komentar