
AG892KEDIRIRAYA.COM || KEDIRI – Prabowo Subianto menyerahkan bantuan 200 unit becak listrik kepada para pengayuh becak di Kabupaten Kediri. Penyerahan dilakukan di Conventional Hall Kabupaten Kediri, Selasa 24 Februari 2026, sebagai bentuk kepedulian terhadap pengayuh becak, khususnya yang berusia 55 tahun ke atas, agar beban kerja mereka semakin ringan dan pendapatan meningkat.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha GSN, Firman Dahlan, menyampaikan bahwa program ini merupakan perhatian langsung Presiden kepada para pengayuh becak yang selama ini bekerja secara manual.
“Program ini bentuk kepedulian kepada bapak-bapak sekalian. Kami melihat bagaimana perjuangan panjenengan mencari nafkah. Dengan becak listrik ini, tenaga lebih ringan dan diharapkan penghasilan meningkat,” ujarnya pada Selasa, 24 Februari 2026.
Firman menjelaskan, satu unit becak listrik bernilai sekitar Rp22 juta dan menggunakan dana pribadi, bukan dari APBN. Untuk Kabupaten Kediri sendiri diserahkan sebanyak 200 unit, jumlah yang lebih besar dibanding sejumlah daerah lain yang menerima 20 hingga 60 unit.
“Becak ini cukup dicas, tidak perlu membeli BBM. Sekali pengisian daya bisa menempuh sekitar 30 hingga 45 kilometer. Selain hemat, juga ramah lingkungan,” tambahnya.
Secara nasional, penyaluran becak listrik telah mencapai sekitar 15.000 unit dan ditargetkan hingga 70.000 unit secara bertahap di berbagai provinsi, termasuk luar Pulau Jawa.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa, yang hadir mewakili Bupati Kediri, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menilai program ini sangat membantu para pengayuh becak, terutama di bulan Ramadan.
“Kami memahami menjadi pengayuh becak bukan pekerjaan ringan. Dengan adanya becak listrik, tenaga menjadi lebih ringan, jarak tempuh bisa lebih jauh, dan kesehatan tetap terjaga. Harapan kami tentu pendapatan panjenengan semua bisa meningkat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kediri, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan dinas terkait serta PLN untuk menyiapkan titik-titik pengecasan dan pengaturan operasional agar becak listrik dapat berjalan aman dan tertib.
Dalam kesempatan wawancara, Firman Dahlan menegaskan bahwa program ini menyasar pengayuh becak berusia 55 tahun ke atas, yang secara fisik lebih rentan jika harus terus mengayuh secara manual.
“Pesan dari Bapak Presiden, bantuan ini adalah amanah. Tolong dirawat dengan baik, tidak dijual dan tidak digadaikan. Jika ada kendala, nanti akan diatur mekanismenya bersama pemerintah daerah,” tegasnya.
Salah satu penerima bantuan, Pak Mas’ud, mengaku sangat bersyukur atas becak listrik yang diterimanya. Ia telah dua tahun mengayuh becak dan biasa mangkal di perempatan menunggu penumpang.
“Alhamdulillah, saya sangat senang. Biasanya tarif sekitar Rp10.000 per kilometer. Sekarang lebih ringan karena tidak perlu mengayuh, cukup pakai tenaga listrik. Terima kasih kepada Presiden dan semua pihak, semoga membawa berkah untuk keluarga,” tuturnya.
Dengan hadirnya 200 becak listrik di Kabupaten Kediri, diharapkan roda ekonomi pengayuh becak semakin bergerak, sekaligus menjadi langkah awal transformasi transportasi tradisional yang lebih modern dan ramah lingkungan
REPORTER :ONAIR/HUMAS

0 Komentar