Kasus Campak Meningkat, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Gencarkan Vaksinasi Massal hingga Tingkat Desa

AG892KEDIRIRAYA.COM || KEDIRI - Peningkatan kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia mendorong pemerintah daerah memperkuat langkah pencegahan. Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mempercepat pelaksanaan vaksinasi campak serentak hingga tingkat desa sebagai upaya mengantisipasi potensi lonjakan kasus.

Program imunisasi massal tersebut merupakan bagian dari gerakan vaksinasi serentak di seluruh Jawa Timur yang berlangsung sejak Senin hingga Kamis (2/4/2026). Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah yang aktif melakukan percepatan cakupan imunisasi, termasuk pelaksanaan di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya laporan kasus campak secara nasional. Di Jawa Timur, lonjakan kasus tercatat paling tinggi di wilayah Madura, sementara sejumlah kabupaten dan kota lain mulai menunjukkan tren kenaikan sehingga kewaspadaan dini dinilai perlu diperkuat.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Agus Sulistiyorini, mengatakan vaksinasi serentak dilakukan sebagai respons cepat terhadap situasi epidemiologi terkini.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas peningkatan kasus campak di Indonesia. Jawa Timur juga mulai mengalami kenaikan kasus di beberapa wilayah sehingga upaya pencegahan melalui imunisasi harus segera diperkuat,” ujarnya di lokasi kegiatan imunisasi.

Menurut Agus Sulistyorini, campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan balita yang belum memiliki kekebalan optimal.

Imunisasi campak diberikan sejak usia bayi 9 bulan, dilanjutkan pada usia 15 bulan serta imunisasi penguat pada usia 18 hingga 24 bulan. Pemerintah juga tetap menjalankan imunisasi lanjutan melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bagi siswa kelas 1 sekolah dasar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Bambang Triyono Putro, juga menambahkan, bahwa peningkatan kewaspadaan terhadap campak merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Kesehatan RI terkait penguatan kualitas imunisasi dan surveilans penyakit menular.

“Sejumlah daerah di tingkat kabupaten, kota hingga provinsi mengalami peningkatan kasus campak. Mayoritas masih terjadi pada anak usia sekolah, namun kasus pada kelompok usia dewasa juga mulai ditemukan,” katanya.

Ia menyebutkan seluruh puskesmas di Kabupaten Kediri kini didorong melakukan percepatan melalui kampanye kejar imunisasi untuk menjangkau kelompok sasaran yang belum lengkap status vaksinasinya.

“Kami melakukan pendataan ulang dan penjangkauan aktif, mulai dari bayi, anak sekolah, remaja hingga lingkungan pendidikan tinggi agar tidak ada kelompok masyarakat yang terlewat,” ujarnya.

Menurut Bambang, edukasi masyarakat menjadi faktor penting karena masih terdapat persepsi bahwa campak merupakan penyakit ringan.

“Pencegahan jauh lebih penting dibandingkan pengobatan. Imunisasi adalah perlindungan utama untuk mencegah komplikasi serius,” tegasnya.

Selain percepatan vaksinasi, Dinas Kesehatan juga memperkuat sistem surveilans kesehatan guna memastikan deteksi dini setiap kasus.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak sekaligus membangun kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat.

Pemerintah daerah mengimbau orang tua tidak menunda imunisasi anak karena vaksinasi dinilai sebagai strategi paling efektif dalam menekan penyebaran penyakit menular

REPORTER : ALINE

Posting Komentar

0 Komentar