Pria di Kediri Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pinggir Jalan, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

 
AG892KEDIRIRAYA.COM ||KEDIRI - Seorang pria berinisial EBW (30), warga Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon jambu mente di pinggir jalan Dusun Bancangan, Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kamis (7/5/2026) pagi.

Korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 05.20 WIB dan langsung menggegerkan masyarakat sekitar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan meninggal dunia korban sempat berpamitan kepada ayah kandungnya untuk berangkat mencari pekerjaan ke Surabaya.

Sekitar pukul 02.00 WIB, korban meninggalkan rumah orang tuanya di Dusun Klampokrejo, Desa Blaru, dengan mengendarai sepeda motor.

Ayah korban, Harianto (56), mengaku tidak menaruh kecurigaan saat anaknya berpamitan keluar rumah.

Beberapa jam kemudian, warga menerima informasi adanya seseorang yang tergantung di pinggir jalan Dusun Bancangan.

Saksi Agus Ahmad Tohir (61), warga setempat, kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan informasi tersebut. Saat tiba di lokasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Pare.

Kapolsek Pare, AKP Rudi Darmawan mengatakan, petugas bersama tim medis dari Puskesmas Badas dan Inafis Polres Kediri langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan terhadap tubuh korban.

"Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena gantung diri," ujar Rudi.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tali rafia warna kuning, tas warna hijau doreng, sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau tanpa pelat nomor, serta sepasang sandal hitam.

Menurut keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi.

Ibu tiri korban, Mutmainah (50), menyebut korban selama beberapa waktu terakhir lebih sering melamun dan menyendiri saat berada di rumah orang tuanya.

AKP Rudi Darmawan menambahkan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Keluarga korban menerima kejadian ini dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi," katanya.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Bagi masyarakat yang mengalami tekanan psikologis atau memiliki kecenderungan menyakiti diri sendiri, penting untuk segera mencari bantuan kepada keluarga, tenaga kesehatan, psikolog, maupun layanan pendampingan profesional agar memperoleh dukungan dan penanganan yang tepat.

REPORTER: AG892ERWIN

Posting Komentar

0 Komentar