
AG892KEDIRIRAYA.COM ||KEDIRI – Hamparan tebu di Dusun Swallow, Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, menjadi saksi berakhirnya rangkaian penanaman benih tebu varietas Panjalu dalam program Garda Tebu Nusantara, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang ditandai dengan seremonial tutup tanam tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketersediaan benih unggul guna mengejar target swasembada gula nasional.
Program yang dikembangkan melalui Kebun Benih Datar (KBD) itu mencakup lahan seluas 220 hektare dan akan menjadi sumber benih bagi ribuan hektare areal tebu rakyat di Kabupaten Kediri dan sekitarnya.
Perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Firman Mantau, menegaskan bahwa penyediaan benih unggul merupakan langkah awal yang menentukan keberhasilan peningkatan produksi gula nasional.
"Kalau benihnya sudah unggul dan bersertifikat, maka setengah dari keberhasilan program swasembada gula sebenarnya sudah tercapai. Selanjutnya tinggal bagaimana petani menerapkan budidaya yang baik," ujarnya.
Firman menjelaskan, benih yang dikembangkan dalam program ini merupakan varietas Panjalu, varietas tebu hasil pengembangan dari Kediri yang telah melalui berbagai tahapan pengujian dan sertifikasi.
Menurutnya, Panjalu memiliki keunggulan pada pertumbuhan tanaman yang lebih kuat, batang lebih besar, serta potensi rendemen yang lebih tinggi dibanding sejumlah varietas yang selama ini banyak ditanam petani.
Tidak hanya diuji di Kediri, varietas tersebut juga telah menjalani uji adaptasi di berbagai wilayah Indonesia. Hasilnya menunjukkan kemampuan tumbuh yang baik di sejumlah daerah sentra tebu.
"Varietas ini berasal dari Kediri, tetapi sudah diuji di berbagai daerah seperti Lampung dan Gorontalo. Hasilnya cukup baik sehingga layak dikembangkan lebih luas," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Baranasia, Abdul Kholiq, mengatakan pihaknya mendapat kepercayaan untuk mendukung program pemerintah tersebut melalui pembiayaan dan pendampingan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Menurutnya, Kediri memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan tebu nasional karena didukung kondisi lahan yang subur dan sistem irigasi yang relatif stabil.
"Kediri memang memiliki ekosistem yang sangat mendukung untuk tanaman tebu. Karena itu kami optimistis program ini bisa meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani," ujarnya.
Ia menyebut, benih Panjalu yang dikembangkan dalam program tersebut berpotensi menghasilkan produktivitas tinggi.
Selain meningkatkan produksi, program ini juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman hingga pemeliharaan tanaman.
Kholiq menambahkan, dukungan pemerintah terhadap penyediaan benih unggul sangat membantu petani karena biaya pengadaan benih menjadi salah satu komponen terbesar dalam budidaya tebu.
Dengan berakhirnya masa tanam di lahan KBD Sambirejo, pemerintah berharap benih yang dihasilkan nantinya dapat mempercepat peremajaan kebun tebu rakyat sekaligus meningkatkan produksi gula nasional.
Kabupaten Kediri sendiri menjadi salah satu daerah strategis dalam program pengembangan tebu karena memiliki areal tanam yang luas dan kultur masyarakat yang telah lama bergelut di sektor pergulaan.
Melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan petani, program Garda Tebu Nusantara diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak menuju kemandirian gula nasional yang selama ini menjadi target pembangunan sektor pertanian.
REPORTER : AG892/ERWIN

0 Komentar