
RADIOONAIRFMPARE.COM ||KEDIRI – Puncak perayaan Grebeg Suro 1448 Hijriah di Punden Sumberwungu, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jumat (19/6/2026), tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi masyarakat untuk memanjatkan rasa syukur, tetapi juga dimanfaatkan sebagai upaya menggerakkan perekonomian warga melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejak pagi, ribuan warga dari Desa Gedangsewu dan sejumlah daerah sekitar berdatangan ke kawasan wisata religi Sumberwungu untuk mengikuti selamatan bersama.
Tradisi yang digelar setiap bulan Suro tersebut menjadi bentuk ungkapan syukur masyarakat atas limpahan rezeki, kesehatan, dan keselamatan yang diperoleh selama setahun terakhir.
Kepala Desa Gedangsewu, Roeslan Abdulgani, mengatakan perayaan tahun ini berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Tercatat sekitar 2.000 warga hadir memadati kawasan punden yang selama ini dikenal sebagai salah satu situs bersejarah dan pusat kegiatan budaya masyarakat setempat.
"Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan sukses. Kurang lebih 2.000 warga hadir mengikuti selamatan bersama untuk memohon keberkahan, kesehatan, panjang umur, dan rezeki yang lebih baik pada tahun mendatang," kata Roeslan.
Menurut dia, Grebeg Suro tidak hanya dimaknai sebagai tradisi budaya dan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Desa Gedangsewu mendorong warga memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka berbagai usaha di sekitar lokasi kegiatan.
Di sepanjang area menuju Punden Sumberwungu, sejumlah warga tampak membuka lapak makanan, minuman, hingga jajanan tradisional untuk melayani pengunjung yang datang sejak pagi.
Keberadaan UMKM tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik kawasan wisata religi Sumberwungu.
"Kami terus mengajak masyarakat agar berani membuka usaha. Jangan hanya menjadi penonton saat banyak orang datang ke sini. Dengan adanya kegiatan seperti ini, warga bisa memanfaatkan peluang ekonomi yang ada," ujar Roeslan.
Ia menilai pengembangan UMKM menjadi salah satu langkah penting agar keberadaan wisata religi Sumberwungu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.
Menurutnya, semakin banyak kegiatan yang mendatangkan pengunjung, semakin besar pula peluang ekonomi yang bisa dirasakan warga.
Selain selamatan bersama, puncak Grebeg Suro tahun ini juga dimeriahkan pertunjukan seni jaranan Turonggo Mudo Baru yang digelar setelah salat Jumat dan berlangsung hingga sore hari.
Kesenian tradisional tersebut menjadi hiburan rakyat sekaligus bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang masih dijaga masyarakat Gedangsewu.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menghadirkan kirab budaya dari lapangan desa menuju punden, penyelenggaraan Grebeg Suro tahun ini dipusatkan langsung di Punden Sumberwungu.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan pemerintah desa dan masyarakat untuk menyesuaikan kebutuhan penyelenggaraan sekaligus menekan biaya kegiatan yang seluruhnya didukung secara swadaya.
Roeslan berharap Grebeg Suro dapat terus berkembang menjadi agenda budaya dan religi yang mampu menarik lebih banyak pengunjung dari luar daerah.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, ia optimistis UMKM lokal akan tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
"Kami berharap tahun depan acara ini bisa lebih besar lagi dan semakin dikenal masyarakat luas. Jika wisata religi Sumberwungu semakin ramai dikunjungi, maka UMKM warga juga akan berkembang dan perekonomian desa bisa ikut tumbuh," tutupnya.
REPORTER : ONAIR/AR


0 Komentar