
AG892KEDIRIRAYA.COM ||JAKARTA – Keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan 3,37 ton ganja yang diduga berasal dari Thailand dinilai menjadi pesan tegas bahwa Indonesia tidak boleh menjadi tujuan maupun pasar empuk bagi jaringan narkotika internasional.
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, mengatakan operasi gabungan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Polda Jawa Timur menunjukkan keseriusan negara dalam menutup ruang gerak sindikat narkotika lintas negara.
"Pengungkapan ini mengirimkan pesan yang kuat kepada jaringan narkotika internasional bahwa Indonesia bukan tempat yang mudah untuk menjalankan bisnis haram mereka. Aparat kita menunjukkan kemampuan mendeteksi, mengungkap, dan menggagalkan penyelundupan dalam jumlah sangat besar," kata Habib Syakur dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).
Menurut Habib Syakur, nilai strategis pengungkapan tersebut tidak hanya terletak pada besarnya barang bukti yang disita, tetapi juga pada keberhasilan memutus mata rantai distribusi sebelum narkotika itu beredar di tengah masyarakat.
Ia menilai langkah tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga penegak hukum semakin efektif dalam menghadapi pola kejahatan transnasional yang terus berkembang.
"Jaringan narkotika bekerja tanpa mengenal batas negara. Karena itu, aparat juga harus terus memperkuat kolaborasi, pertukaran informasi, dan kemampuan intelijen agar selalu selangkah lebih maju," ujarnya.
Habib Syakur juga mengingatkan bahwa keberhasilan penindakan harus diimbangi dengan upaya pencegahan.
Menurut dia, meningkatnya kreativitas sindikat dalam menyelundupkan narkotika, termasuk dugaan pengembangan produk berbentuk cairan vape, harus direspons melalui edukasi yang lebih masif kepada masyarakat.
Ia menilai keluarga, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, hingga tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya narkoba.
"Perang melawan narkotika tidak akan dimenangkan hanya oleh aparat. Masyarakat harus menjadi bagian dari sistem pertahanan bangsa dengan berani melapor, mengawasi lingkungan, dan membangun kesadaran generasi muda agar tidak terjerumus," katanya.
Habib Syakur berharap pengungkapan penyelundupan 3,37 ton ganja tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkotika sekaligus memperkokoh perlindungan terhadap generasi penerus bangsa.
"Keberhasilan ini layak diapresiasi, tetapi yang lebih penting adalah menjadikannya sebagai pemacu semangat agar Indonesia semakin tangguh menghadapi ancaman narkotika di masa mendatang," pungkas Habib Syakur.
REPORTER : AG892/HUMAS

0 Komentar