Ribuan Warga Dari Berbagai Daerah, Ikuti Tradisi Bulan Suro di Toyoresni Kediri, Gunungan Berisi 5.000 Tahu Kuning Jadi Rebutan

 
AG892KEDIRIRAYA.COM || KEDIRI - Tradisi kirab tumpeng tahu kuning kembali memeriahkan peringatan Bulan Suro di Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (3/7/2026). 

Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab hingga kompleks makam Syekh Zainal Abidin atau Mbah Qobul untuk mengikuti prosesi budaya yang digelar setiap tahun tersebut.

Ritual kirab dimulai dari kediaman Sekretaris Desa setempat dan berakhir di kompleks makam Syekh Zainal Abidin yang diyakini sebagai tokoh spiritual sekaligus cikal bakal berdirinya desa.

Warga yang ikut iring-iringan memakai pakaian khas adat jawa lengkap dengan pernak pernik. 

Ikon utama dalam kirab tersebut adalah gunungan tumpeng tahu kuning dengan tinggi dan diameter masing-masing sekitar dua meter.

Gunungan itu berisi sekitar 5.000 potong tahu kuning yang kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Selain gunungan tahu, warga juga membawa 10 tumpeng hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas rezeki dan hasil panen yang diperoleh masyarakat selama setahun terakhir.

Tak hanya itu, terdapat penampilan seni tari reog, menjadi daya tarik warga setempat untuk memeriahkan acara tahunan ini. 

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Toyoresmi, Nyamad Rachman mengatakan seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat swadaya masyarakat yang bergotong royong mempersiapkan acara.

"Pada pagi hari ini ada 10 tumpeng yang merupakan hasil swadaya masyarakat. Selain itu juga ada hasil bumi dan produk dari pelaku UMKM yang ikut memeriahkan kirab budaya," jelasnya.

Menurut Nyamad, kirab budaya tahun ini semakin semarak karena mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Ia menjelaskan, jika tahun lalu masyarakat menampilkan atraksi barongsai, pada pelaksanaan tahun ini panitia menghadirkan kesenian Reog Ponorogo serta pertunjukan seni budaya jalanan untuk menghibur masyarakat yang memadati jalur kirab.

Rute kirab dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dari rumah Sekretaris Desa, kemudian menuju kawasan Basuki Mulyo sebelum berakhir di makam Syekh Zainal Abidin sebagai lokasi doa bersama dan puncak ritual sedekah bumi.

REPORTER : AG892/AR

Posting Komentar

0 Komentar