AG892KEDIRIRAYA.COM ||Kediri - Ribuan peserta dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memadati kawasan Masjid Agung An-Nuur Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (16/5/2026). Mereka mengikuti kegiatan jalan sehat 'Mamamia' dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Taman Posyandu (Tapos), hingga Raudhatul Athfal (RA) se-Kecamatan Pare.
Sejak pagi, suasana kawasan Masjid Agung An-Nuur Pare terlihat meriah dengan hadirnya anak-anak bersama orang tua dan guru pendamping yang mengenakan pakaian warna-warni.
Jalan sehat dimulai dari halaman Masjid Agung An-Nuur Pare, kemudian peserta melintasi Jalan Puhrejo, belok menuju Jalan PB Sudirman dan kembali finis di titik awal.
Kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara guru, orang tua dan anak-anak usia dini.
Kepala Bidang PAUD PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq mengapresiasi kekompakan dan antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut.
"Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada PKG PAUD Terpadu Kecamatan Pare yang sudah mengimplementasikan secara nyata peringatan Hari Pendidikan Nasional dengan melibatkan seluruh elemen pendidikan usia dini," jelasnya.
Kholiq berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat komunikasi parenting antara orang tua, guru dan anak sehingga mampu mendukung pendidikan bermutu bagi anak usia dini di Kabupaten Kediri.
Menurut Kholiq, Kecamatan Pare menjadi salah satu wilayah paling aktif dalam menggelar kegiatan pendidikan anak usia dini. Ia berharap kegiatan serupa bisa dicontoh kecamatan lain di Kabupaten Kediri.
"Harapan kami PKG lain di seluruh Kabupaten Kediri bisa mencontoh kegiatan seperti ini," katanya.
Dalam kesempatan itu, Kholiq juga menyinggung program penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang mulai digencarkan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.
Ia menyebut, saat ini terdapat sekitar 6.000 anak ATS dari total sekitar 11.550 anak yang terdata. Karena itu, pihaknya meluncurkan program satu guru mencari satu ATS.
"Nanti guru-guru akan dilibatkan mendatangi keluarga yang berpotensi ATS agar angka anak tidak sekolah bisa ditekan semaksimal mungkin," jelasnya.
Selain itu, tantangan pendidikan usia dini saat ini juga masih berkaitan dengan tingkat partisipasi anak usia 5-6 tahun yang belum mencapai 100 persen.
"Partisipasi anak usia 5-6 tahun saat ini masih di angka 98 persen. Harapannya semua anak usia dini bisa ikut pendidikan sehingga program belajar 13 tahun dapat terwujud," tambahnya.
Sementara itu, Ketua PKG Kecamatan Pare, Hudaya Salamatin mengatakan kegiatan jalan sehat Mamamia rutin digelar setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Menurutnya, tahun ini kegiatan diikuti sekitar 8.000 peserta dari 94 lembaga pendidikan usia dini di Kecamatan Pare.
"Alhamdulillah setiap tahun pesertanya tetap ramai. Ada sekitar 8.000 peserta dari TK, KB, SPS, Tapos dan RA," ujarnya.
Hudaya menyebut salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah mempererat tali silaturahmi antar guru, orang tua dan peserta didik.
Selain itu, pihaknya juga terus mengingatkan orang tua terkait pentingnya pendampingan anak dalam penggunaan gadget di era digital saat ini.
"Harapan kami orang tua selalu mendampingi anak. Karena sekarang tantangannya anak-anak mudah kecanduan HP," jelasnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah dan PKG juga rutin mengadakan kegiatan parenting untuk memberikan edukasi kepada wali murid terkait pengasuhan anak dan pembatasan penggunaan gadget.
"Anak-anak harus diberikan permainan yang menarik supaya tidak selalu pegang HP," tandasnya.
REPORTER : AG892/ERWIN



0 Komentar